iShowuMine

Because I breathe.

Arti Berbagi dan Keutamaannya Dalam Silaturahmi

Hari minggu, 21 Juli 2013 telah memberi arti baru bagi Ramadhan kami tahun ini. Hari itu menjadi hari lahirnya H2O Project, Helping Hands To Others, Sebuah project yang saya prakarsai bersama sahabat-sahabat dekat. Adalah sebuah project sederhana yang memberdayakan dunia pertemanan sebagai media menghimpun dana untuk diberikan kepada yang membutuhkan.

Ide dari H2O Project ini berawal dari pandangan saya terhadap acara buka puasa bersama yang pada umumnya diadakan setiap tahunnya di Bulan Ramadhan. Sebagai pendatang dari Bandung, saya melihat acara buka puasa di Jakarta ini cukup memakan biaya. Untuk satu lingkaran pertemanan, setiap orangnya harus menyiapkan uang minimal Rp. 70.000,- sampai Rp. 200.000,- (tergantung pemilihan tempat) untuk berbuka puasa bersama. Hal ini seringkali tidak dihiraukan karena acara buka bareng itu memang acara tahunan yang biasa dirindukan. Namun, saya yakin diantara teman-teman sendiri minimal punya 3 lingkaran pertemanan. Yang artinya, teman-teman harus menyiapkan minimal Rp. 70.000,-  x 3 = Rp. 210.000,- setiap bulan puasa untuk acara buka bareng, minimal. Dengan pendapatan kita sekarang mungkin nilai tersebut tidak signifikan, tapi coba bayangkan apabila dana tersebut dihimpun bersama dan dibuat acara yang lebih bisa memberi arti dari sebatas buka bareng atau silaturahmi “geng main”.

 

Manifestasi pertama dari H2O Project ini adalah buka bersama yatim piatu. Pada tahapan inisiasinya hanya ada saya, Vito, Alnoor, dan Lita. Kami berempat berembuk tentang yayasan yang akan dibantu dan perkiraan biaya yang dibutuhkan. Akhinya kami memutuskan Yayasan At-Thayyibah milik H. Suwondo yang kebetulan adalah orang tua Lita sendiri. Yayasan At-Thayyibah berlokasi di Jl. Prigi Raya, Tangerang Selatan dan bisa diakses melalui Bintaro.

Yayasan At-Thayyibah memiliki 43 anak asuh dan 2 orang ustadz sebagai pengurusnya. Dengan melihat jumlah ini, kami memperkirakan jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp.1.500.000,-. Dengan jumlah partisipan 10 orang yang masing-masing menyumbang Rp.150.000,-. Berangkat dari situ kami mulai menghubungi teman-teman dari lingkaran pertemanan masing-masing. Betapa bahagianya kami ternyata ide ini mendapat sambutan sangat baik dari teman-teman. Dari rekap terakhir, 22 Juli 2013, jumlah dana yang berhasil kami himpun sebesar Rp.6.000.000,- dengan jumlah partisipan 34 orang.

Pada tahap persiapan, kami tidak menemukan masalah yang signifikan. Kami memilih nasi bungkus sebagai menu utama dan membuat sendiri tajil berupa sop buah dan agar-agar. Sayangnya pada H-1, kami mendapat kabar ada sedikit miskoordinasi yang mengakibatkan sebagian anak yatim tidak berada ditempat pada hari H karena ada undangan buka puasa lain. Untungnya jumlah yang tidak bisa hadir hanya 18 orang. Karena paket makanan yang sudah dipesan melebihi jumlah peserta yang hadir, maka kami meminta pak Edi selaku sesepuh di desa tersebut untuk mengajak beberapa warga untuk ikut berbuka bersama.

Acara dimulai dengan tausiah pada pukul 5 sore, dilanjutkan dengan ceramah sampai saat waktu buka. Alhamdulillah acara berlangsung lancar sampai pukul jam 7 malam. Dana yang terkumpul sebagian sudah dimanfaatkan untuk biaya catering, operasional, dan pembagian amplop langsung khusus untuk anak yatim. Sisa dana seluruhnya akan disumbangkan kepada pengurus yayasan untuk biaya pengurusan dan pembangunan masjid di yayasan tersebut.

Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah berpartisipasi dalam project ini. Bantuan dana, keringat, retweet, dan broadcast message kalian telah sangat membantu. Mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangannya. Semoga project ini dapat menginspirasi teman-teman untuk melakukan hal yang lebih baik dari kami. Dan terakhir, semoga project ini menjadi berkah untuk kita semua. Insyaallah, amin.

 image

-ranggamus

***

Foto oleh Hanz Augusta Foto lengkap bisa dilihat disini

Destiny

"You can’t force destiny. If it’s gonna happen, it’s gonna happen." -Ted Mosby

Well yeah, Ted. But sometimes it feels like “destiny” for a while. Until you are forced “to make it happen”. Or.. maybe.. I just “want” it to happen, somehow (?). Sometimes i feel like I have to do something about it, or not. Sometimes I think I will regret it if I didn’t do this-and-that while I can, but, you are right, in the other hand I’m afraid I’m just forcing it. Honestly, I kind of lost in this. Should someday I figure this out.

Ironman mengucapkan selamat menyambut Ramadhan.

Ironman mengucapkan selamat menyambut Ramadhan.

I wish i’ll never (but apparently) have to say this again:

"I’m done trying to get you, i can’t do it anymore. It’s always hard to let go, but hey we can’t lose what we never had, can we?"

I got a move like zombie.

I got a move like zombie.

Bayah Beach

Bayah Beach 1

Bayah Beach 1