iShowuMine

Because I breathe.

Bersama untuk Berbagi, Bersama Menginspirasi

Selasa, 22 Juli 2014 di jalan Batik Agung no.6 Bandung, H2O project kembali diadakan. Bekerjasama dengan PT Pinteraktif Media , H2O “Helping Hands for Others” kembali merealisasikan misinya dengan memberdayakan dunia pertemanan sebagai media untuk menghimpun dana yang diberikan kepada yang membutuhkan.

Tahun ini, H2O mengundang anak-anak yatim piatu dari Yayasan Muhammadiyah yang berlokasi di jalan Veteran, Bandung untuk berbuka bersama. Alhamdulillah, anak-anak yang hadir berjumlah 19 orang, sesuai dengan yang kami harapkan. Rencana awalnya kami akan mengundang anak-anak yatim piatu dari Yayasan Khoirun Nisa. Namun sayang sekali anak-anak Yayasan Khoirun Nisa sudah diundang oleh pihak lain untuk jadwal yang kami tetapkan. 

Acara dimulai dari pukul 16.00 dengan pembukaan dan perkenalan dengan anak-anak yatim, lalu dilanjutkan dengan ngabuburit. Sedikit berbeda dengan tahun lalu, tahun ini kami mencoba mengembangkan kegiatan ini agar lebih bermanfaat. Dalam kegiatan ngabuburit anak-anak yatim diajak bermain sambil belajar. Anak-anak yatim dikelompokkan menjadi 4 kelompok, dan masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda. Ada yang “menggambar impian” dimana anak-anak diminta untuk berimajinasi akan masa depannya, ada yang membuat kerajinaan jam dinding dari piringan hitam, menggambar doodle untuk aksesoris foto, dan membuat boneka jari dari kain felt. Kegiatan ngabuburit disambut antusias oleh anak-anak yatim hingga pukul 17.30. Acara dilanjut dengan tausiah dari ustadz Umam dari Masjid Salman hingga tiba waktunya buka puasa.

Tahun ini, jumlah dana yang berhasil kami himpun sebesar Rp. 5.500.000,- dengan jumlah partisipan sebanyak 31 orang. Dana yang kami himpun sebagian sudah dimanfaatkan untuk biaya operasional, catering, amplop untuk masing-masing anak yatim, amplop untuk yayasan, dan pembelian buku bacaan untuk fasilitas perpustakaan yayasan.

Seperti dibahas dalam tulisan saya tahun lalu tentang H2O ini, Ide dari kegiatan ini bukan sekedar berbagi dengan sesama, tapi untuk menginspirasi. Bagi kami, inspirasi adalah jalan yang membawa kita pada pintu berkah. Kami berharap kegiatan H2O ini menjadi inspirasi untuk teman-teman untuk segera menginisiasi kegiatan-kegiatan untuk berbagi. Tidak perlu besar, tidak perlu kelembagaan, tidak perlu perencanaan yang terlalu rumit. Mulai dari yang kecil; keluarga, lingkungan pertemanan, lingkungan kerja. Himpun dana atau apapun yang kita punya, manfaatkan kesempatan manfaatkan momentum. Seperti kata sahabat kita Mandela, “People must learn to hate, and if they can learn to hate, they can be taught to love, for love comes more naturally to the human heart than its opposite… Man’s goodness is a flame that can be hidden but never explained.”. Pada dasarnya kita semua mencintai sesama, kita semua; saya, kamu, temanmu, keluargamu, semua menyimpan keinginan untuk membantu sesama. Dan kita bisa hadir untuk membantu mereka dengan memfasilitasi mereka dengan membuat kegiatan untuk menyalurkan bantuan mereka, kegiatan apapun itu. Maka dari itu teman, dengan ini kami mengajak kalian semua sekarang, ayo buat sesuatu!

Foto lengkap: https://www.facebook.com/ranggamus/media_set?set=a.10152180885645863.1073741831.617555862&type=3

The End of Summer

Could clouds are in doubt

Hidden tears of her, that fallen

When the earth is in silent

October, is this the end of summer?

or will it end in silence?

Look, he climbed oh he ran to the star

Though he might end up lost in war

(The war that never even started?)

And he sink into a made up romance, his mind created once

He kept running, still.

with you, to be, will be, or never will.

Arti Berbagi dan Keutamaannya Dalam Silaturahmi

Hari minggu, 21 Juli 2013 telah memberi arti baru bagi Ramadhan kami tahun ini. Hari itu menjadi hari lahirnya H2O Project, Helping Hands To Others, Sebuah project yang saya prakarsai bersama sahabat-sahabat dekat. Adalah sebuah project sederhana yang memberdayakan dunia pertemanan sebagai media menghimpun dana untuk diberikan kepada yang membutuhkan.

Ide dari H2O Project ini berawal dari pandangan saya terhadap acara buka puasa bersama yang pada umumnya diadakan setiap tahunnya di Bulan Ramadhan. Sebagai pendatang dari Bandung, saya melihat acara buka puasa di Jakarta ini cukup memakan biaya. Untuk satu lingkaran pertemanan, setiap orangnya harus menyiapkan uang minimal Rp. 70.000,- sampai Rp. 200.000,- (tergantung pemilihan tempat) untuk berbuka puasa bersama. Hal ini seringkali tidak dihiraukan karena acara buka bareng itu memang acara tahunan yang biasa dirindukan. Namun, saya yakin diantara teman-teman sendiri minimal punya 3 lingkaran pertemanan. Yang artinya, teman-teman harus menyiapkan minimal Rp. 70.000,-  x 3 = Rp. 210.000,- setiap bulan puasa untuk acara buka bareng, minimal. Dengan pendapatan kita sekarang mungkin nilai tersebut tidak signifikan, tapi coba bayangkan apabila dana tersebut dihimpun bersama dan dibuat acara yang lebih bisa memberi arti dari sebatas buka bareng atau silaturahmi “geng main”.

 

Manifestasi pertama dari H2O Project ini adalah buka bersama yatim piatu. Pada tahapan inisiasinya hanya ada saya, Vito, Alnoor, dan Lita. Kami berempat berembuk tentang yayasan yang akan dibantu dan perkiraan biaya yang dibutuhkan. Akhinya kami memutuskan Yayasan At-Thayyibah milik H. Suwondo yang kebetulan adalah orang tua Lita sendiri. Yayasan At-Thayyibah berlokasi di Jl. Prigi Raya, Tangerang Selatan dan bisa diakses melalui Bintaro.

Yayasan At-Thayyibah memiliki 43 anak asuh dan 2 orang ustadz sebagai pengurusnya. Dengan melihat jumlah ini, kami memperkirakan jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp.1.500.000,-. Dengan jumlah partisipan 10 orang yang masing-masing menyumbang Rp.150.000,-. Berangkat dari situ kami mulai menghubungi teman-teman dari lingkaran pertemanan masing-masing. Betapa bahagianya kami ternyata ide ini mendapat sambutan sangat baik dari teman-teman. Dari rekap terakhir, 22 Juli 2013, jumlah dana yang berhasil kami himpun sebesar Rp.6.000.000,- dengan jumlah partisipan 34 orang.

Pada tahap persiapan, kami tidak menemukan masalah yang signifikan. Kami memilih nasi bungkus sebagai menu utama dan membuat sendiri tajil berupa sop buah dan agar-agar. Sayangnya pada H-1, kami mendapat kabar ada sedikit miskoordinasi yang mengakibatkan sebagian anak yatim tidak berada ditempat pada hari H karena ada undangan buka puasa lain. Untungnya jumlah yang tidak bisa hadir hanya 18 orang. Karena paket makanan yang sudah dipesan melebihi jumlah peserta yang hadir, maka kami meminta pak Edi selaku sesepuh di desa tersebut untuk mengajak beberapa warga untuk ikut berbuka bersama.

Acara dimulai dengan tausiah pada pukul 5 sore, dilanjutkan dengan ceramah sampai saat waktu buka. Alhamdulillah acara berlangsung lancar sampai pukul jam 7 malam. Dana yang terkumpul sebagian sudah dimanfaatkan untuk biaya catering, operasional, dan pembagian amplop langsung khusus untuk anak yatim. Sisa dana seluruhnya akan disumbangkan kepada pengurus yayasan untuk biaya pengurusan dan pembangunan masjid di yayasan tersebut.

Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah berpartisipasi dalam project ini. Bantuan dana, keringat, retweet, dan broadcast message kalian telah sangat membantu. Mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangannya. Semoga project ini dapat menginspirasi teman-teman untuk melakukan hal yang lebih baik dari kami. Dan terakhir, semoga project ini menjadi berkah untuk kita semua. Insyaallah, amin.

 image

-ranggamus

***

Foto oleh Hanz Augusta Foto lengkap bisa dilihat disini

Destiny

"You can’t force destiny. If it’s gonna happen, it’s gonna happen." -Ted Mosby

Well yeah, Ted. But sometimes it feels like “destiny” for a while. Until you are forced “to make it happen”. Or.. maybe.. I just “want” it to happen, somehow (?). Sometimes i feel like I have to do something about it, or not. Sometimes I think I will regret it if I didn’t do this-and-that while I can, but, you are right, in the other hand I’m afraid I’m just forcing it. Honestly, I kind of lost in this. Should someday I figure this out.

Ironman mengucapkan selamat menyambut Ramadhan.

Ironman mengucapkan selamat menyambut Ramadhan.

I wish i’ll never (but apparently) have to say this again:

"I’m done trying to get you, i can’t do it anymore. It’s always hard to let go, but hey we can’t lose what we never had, can we?"